Pemerintah Perkuat Stabilitas Ekonomi Sekaligus Jaga Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Global
Jakarta – Pemerintah terus memperkuat berbagai langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempertahankan kepercayaan pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung. Fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tekanan eksternal.
Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih relatif solid. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang terjaga, tingkat utang pemerintah yang terkendali, cadangan devisa yang memadai, serta ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat menunjukkan daya tahan ekonomi nasional yang baik.
“Fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif kuat. Ini menjadi modal penting bagi Indonesia menghadapi tekanan ekonomi global,” ujar Fakhrul dalam wawancara di Radio Elshinta.
Ia menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah tidak hanya dipengaruhi faktor domestik, tetapi juga kondisi global seperti penguatan dolar Amerika Serikat, meningkatnya ketidakpastian geopolitik, dan perlambatan ekonomi dunia yang turut menekan mata uang berbagai negara.
Dalam menghadapi situasi tersebut, Fakhrul menilai langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin merupakan kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas rupiah dan memperkuat keyakinan pasar terhadap perekonomian nasional.
“Langkah Bank Indonesia menunjukkan respons yang cepat dalam menghadapi tekanan eksternal. Kebijakan ini penting untuk menjaga stabilitas rupiah dan memperkuat kepercayaan pasar,” katanya.
Menurut Fakhrul, sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Selain itu, komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal melalui pengelolaan anggaran yang prudent, efisiensi belanja, serta evaluasi program-program prioritas dinilai memberikan sinyal positif bagi investor dan pelaku usaha.
“Pemerintah menunjukkan komitmen yang kuat dalam menjaga disiplin fiskal dan stabilitas ekonomi. Ini menjadi sinyal positif yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat maupun pelaku pasar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya percepatan realisasi belanja pemerintah dan komunikasi kebijakan yang jelas kepada publik. Menurutnya, langkah tersebut akan membantu menjaga daya beli masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi domestik, serta meningkatkan optimisme dan kepercayaan pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.