Operasi Pasar Ramadan: Benteng Daya Beli Masyarakat

*) Oleh: Andika Hidayatullah Ramadan selalu menghadirkan dua wajah dalam perekonomian nasional. Di satu sisi, ia menjadi momentum peningkatan konsumsi rumah tangga yang mendorongperputaran ekonomi, memperkuat sektor perdagangan, dan menggerakkan pelakuusaha kecil. Namun di sisi lain, lonjakan permintaan kebutuhan pokok kerapmenimbulkan tekanan harga yang berpotensi menggerus daya beli masyarakat. Dalam konteks inilah operasi pasar Ramadan tidak sekadar menjadi agenda rutintahunan, melainkan instrumen kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas sosial danekonomi. Pemerintah di berbagai daerah menunjukkan keseriusan menjadikanoperasi pasar sebagai benteng utama perlindungan daya beli rakyat. Langkah yang dilakukan di Kabupaten Cirebon menjadi contoh konkret bagaimanafungsi pengawasan politik dan kebijakan publik berjalan beriringan. Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, turun langsung memimpin pengawasan hargakebutuhan pokok bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dalam operasi pasarRamadan di sejumlah pasar tradisional. Kehadiran pimpinan legislatif di lapanganmenegaskan bahwa pengawasan terhadap stabilitas harga bukan sekadar formalitasadministratif, melainkan komitmen nyata terhadap perlindungan masyarakat. DPRD tidak hanya menjalankan fungsi budgeting dan legislasi, tetapi juga memastikankebijakan pengendalian inflasi daerah benar-benar dirasakan manfaatnya. Inimenunjukkan bahwa stabilitas harga adalah agenda bersama antara eksekutif danlegislatif. Pengawasan langsung tersebut penting dalam mencegah distorsi pasar yang kerapmuncul menjelang Ramadan. Potensi lonjakan harga akibat spekulasi, penimbunan, atau distribusi yang tersendat dapat ditekan melalui koordinasi lintas sektor yang solid. Kolaborasi dengan aparat penegak hukum, dinas terkait, hingga Perum Bulogmemperkuat sistem distribusi sehingga pasokan bahan pokok tetap aman dan terjaga. Ketika negara hadir secara aktif di pasar, pelaku usaha cenderung menjagakepatuhan karena ada sinyal tegas bahwa praktik yang merugikan masyarakat tidakakan ditoleransi. Dengan demikian, operasi pasar berfungsi sebagai mekanismestabilisasi sekaligus pencegahan moral hazard. Komitmen serupa terlihat di Provinsi Riau. Pemerintah Provinsi melalui BUMD pangan, PT Riau Pangan Bertuah, menegaskan kehadiran negara dalampengendalian harga selama bulan suci. Direktur Utama PT Riau Pangan Bertuah, Ade Putra Daulay, mendorong penyediaan sembako dengan harga relatif lebih murahserta pengoperasian mobil sembako keliling agar akses masyarakat terhadap bahanpokok semakin mudah. Operasi pasar Ramadan dilaksanakan di 12 kabupaten dankota, menunjukkan pendekatan yang sistematis dan terukur. Strategi ini memperluasjangkauan intervensi pemerintah, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayahdengan akses distribusi terbatas. Pendekatan Riau memperlihatkan bahwa stabilisasi harga tidak cukup hanya denganpengawasan, tetapi juga perlu intervensi suplai yang efektif. Dengan memperbanyaktitik distribusi dan menurunkan biaya logistik melalui mobil sembako keliling, tekananharga akibat tingginya permintaan dapat diimbangi dengan ketersediaan pasokanyang memadai. Keberadaan BUMD pangan menjadi instrumen penting dalammemperpendek rantai distribusi dan meminimalkan biaya perantara. Di tengahdinamika pasar yang sering kali fluktuatif, kebijakan semacam ini memperlihatkanorientasi keberpihakan kepada konsumen tanpa mematikan mekanisme pasar. Pemerintah bertindak sebagai stabilisator, bukan kompetitor. Hal yang sama juga terlihat di Jawa Timur. Pemerintah Provinsi menggelar operasipasar murah di Kabupaten Jember sebagai langkah antisipatif menjelang Ramadan...

Mengelola Lonjakan Permintaan: Strategi Operasi Pasar di Bulan Suci

Oleh : Ricky Rinaldi* Bulan suci menghadirkan momentum peningkatan aktivitas ekonomi nasional, terutamamelalui naiknya konsumsi masyarakat pada komoditas pangan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, daging, dan telur. Dinamika permintaan ini menjadi indikator perputaranekonomi yang positif dan perlu dikelola secara presisi agar stabilitas harga tetap terjaga. Dalam konteks tersebut, strategi operasi pasar menjadi instrumen strategis negara untukmemastikan ketersediaan pasokan, menjaga keseimbangan harga, serta melindungi daya belimasyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi tetap terkendali dan berkelanjutan. Pemerintah memandang stabilitas harga pangan bukan semata isu ekonomi, tetapi juga persoalan...

Mendorong Industrialisasi Lewat Penguatan Hilirisasi Energi Bersih

Oleh: Arif Taufik )* Pemerintah terus mempercepat hilirisasi sebagai fondasi industrialisasi nasional, dengan menempatkan energi bersih sebagai salah satu pilar utamanya. Strategi inidirancang untuk memastikan transformasi ekonomi tidak hanya bertumpu padaeksploitasi sumber daya alam, tetapi juga pada penguatan nilai tambah danpembangunan industri berkelanjutan. Langkah konkret terlihat dari pelaksanaan groundbreaking enam proyek hilirisasi olehBadan Pengelola Investasi Danantara Indonesia di 13 lokasi dengan total investasimencapai 7 miliar dolar AS. Proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari agenda besartransformasi ekonomi nasional yang menitikberatkan pada penguatan sektor riil, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing industri dalam negeri. Secara keseluruhan, proyek fase pertama ini diperkirakan menyerap lebih dari 6.000 tenaga kerja langsung. Implementasinya dilakukan secara terintegrasi lintas sektor, termasuk energi, pangan, mineral, dan logam, guna memperkuat struktur industrinasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor secara bertahap. CEO Danantara, Rosan Roeslani, memandang hilirisasi sebagai prioritas strategispemerintah yang harus dijalankan secara disiplin dan terukur. Ia menilai tahap awalproyek diharapkan memberikan dampak nyata melalui penciptaan nilai tambah danperluasan kesempatan kerja, sekaligus menjadi tulang punggung pertumbuhanekonomi yang lebih berkelanjutan dan kompetitif secara global. Penguatan hilirisasi energi bersih juga tercermin dari kolaborasi BUMN dalampengembangan bioetanol. PT Perkebunan Nusantara III (Persero) bersama Pertaminameresmikan proyek bioetanol di Banyuwangi dengan kapasitas produksi 100 kilo liter per hari. Proyek ini dirancang untuk mendukung ketahanan energi sekaligusmemperkuat rantai nilai industri nasional berbasis bahan bakar nabati. Direktur Utama PTPN...