Kekejaman TPNPB Resahkan Warga Papua, Tembak Pilot Amerika dan Bakar Pesawat di Yahukimo
YAHUKIMO – Aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kembali mengguncang Papua. Seorang pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat dilaporkan menjadi korban penembakan, sementara sebuah pesawat perintis dibakar di Kampung Balinggama, Kabupaten Yahukimo. Peristiwa tersebut menambah panjang daftar aksi kekerasan yang dinilai mengancam keselamatan masyarakat sipil serta mengganggu pelayanan transportasi udara di wilayah pedalaman Papua.
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan bahwa TPNPB-OPM merupakan musuh bersama karena selama ini terus melakukan berbagai aksi teror yang merugikan masyarakat luas. Menurutnya, kelompok tersebut tidak hanya melakukan intimidasi dan perampokan, tetapi juga terlibat dalam pembakaran sekolah, gereja, dan berbagai fasilitas pelayanan publik yang sangat dibutuhkan masyarakat Papua.
Ia menyebut tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok tersebut telah melampaui batas kemanusiaan. Berbagai aksi, mulai dari kekerasan terhadap perempuan hingga pembunuhan secara brutal, dinilai bertentangan dengan nilai-nilai adat, agama, dan kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Papua.
“Beragam aksi teror mulai dari intimidasi, perampokan, pembakaran sekolah, gereja serta berbagai fasilitas pelayanan masyarakat, pemerkosaan wanita, adik-adik perempuan kita, hingga pembantaian dan pembunuhan keji di luar nalar kemanusiaan,” kata Lucky.
Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut telah mengangkangi nilai adat, agama, dan ketuhanan sehingga seluruh elemen masyarakat perlu bersatu menghentikan aksi-aksi kekerasan tersebut. Lucky juga mengimbau seluruh anggota TPNPB-OPM agar menghentikan aksi kriminal bersenjata, meletakkan senjata, dan kembali bergabung membangun Papua secara damai bersama pemerintah.
Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Tri Purwanto menjelaskan bahwa pesawat yang dibakar merupakan pesawat perintis milik PT AMA dengan nomor registrasi PK-RCY. Pesawat tersebut sebelumnya terbang dari Bandara Wamena menuju Lapangan Terbang Kampung Balinggama untuk mendukung mobilitas masyarakat di wilayah pedalaman.
“Berdasarkan informasi awal yang diperoleh dari Manajer PT AMA dan masyarakat, pesawat diduga dibakar oleh kelompok OPM,” ujar Tri.
Menurutnya, aparat TNI bersama unsur terkait terus melaksanakan patroli gabungan dan pemantauan situasi guna memastikan kondisi keamanan tetap terkendali sekaligus mencegah terulangnya aksi serupa yang dapat mengancam keselamatan warga.
Di sisi lain, Wakil Panglima Koops TNI Habema Brigadir Jenderal Riyanto mengatakan operasi evakuasi terhadap korban segera dilaksanakan dengan melibatkan sepuluh personel yang didukung dua unit helikopter. Langkah cepat tersebut dilakukan untuk memastikan korban dapat dievakuasi secara aman dari lokasi kejadian yang memiliki tingkat kesulitan medan cukup tinggi.
“Kami memastikan proses evakuasi dapat dilaksanakan secara cepat, aman, dan profesional,” ujar Riyanto.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa aksi kekerasan bersenjata di Papua tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menghambat pelayanan transportasi, aktivitas ekonomi, serta rasa aman masyarakat. Aparat keamanan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat Papua dapat berlangsung tanpa gangguan.