Pemerintah Perkuat Satgas untuk Percepat Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

0

JAKARTA – Pemerintah memperkuat koordinasi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini dilakukan melalui optimalisasi anggaran daerah, percepatan perbaikan infrastruktur, pemulihan layanan kesehatan, serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera sekaligus Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian meminta pemerintah daerah segera merealisasikan anggaran bantuan yang telah disalurkan pemerintah pusat. Pemerintah telah menyalurkan tambahan belanja tidak terduga sekitar Rp268 miliar pada masa tanggap darurat, tambahan keuangan daerah sebesar Rp10,6 triliun pada Februari, serta tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sekitar Rp1,9 triliun pada Agustus. Tito menegaskan, anggaran tersebut perlu segera dimanfaatkan agar penanganan pascabencana berjalan seiring antara pemerintah pusat dan daerah.

“Pemulihan ini harus dikerjakan bersama-sama pusat, yang dapat anggaran juga, K/L dan juga daerah, yang juga dapat anggaran, sama-sama paralel bekerja,” ujarnya.

Pada sektor kesehatan, pemulihan menunjukkan kemajuan dengan seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) dan puskesmas terdampak telah kembali beroperasi. Saat ini, enam puskesmas pembantu masih dalam proses pemulihan. Tito mengapresiasi langkah cepat Kementerian Kesehatan dalam mengerahkan tenaga kesehatan dan memanfaatkan berbagai sumber anggaran untuk memulihkan pelayanan masyarakat.

Sementara itu, Satgas PRR Pusat memperkuat pemantauan lapangan, termasuk di Kabupaten Aceh Tengah. Koordinasi lintas kementerian, pemerintah provinsi, dan kabupaten juga dilakukan untuk memastikan pekerjaan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

Upaya pemulihan juga dilakukan melalui penyaluran bantuan sembako bersama PT Hutama Karya kepada 250 keluarga terdampak banjir di Kota Padang pada 15 Oktober 2026. Bantuan diberikan kepada 106 keluarga di Kampung Apa, Kecamatan Koto Tangah, dan 144 keluarga di Kampung Tanjung, Kecamatan Kuranji.

Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. “Bantuan ini tentu sangat berarti bagi warga yang terdampak banjir pada 10 Oktober lalu terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.

Pemerintah menargetkan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak berlangsung selama tiga tahun, yakni 2026–2028. Satgas PRR akan terus memantau perkembangan lintas sektor secara berkala untuk mendorong percepatan pemulihan infrastruktur, hunian, layanan publik, dan aktivitas ekonomi masyarakat. (*/rls)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *