Politik

Pemerintah Pastikan Tren Produksi Migas Tepat Sasaran untuk WujudkanSwasembada Energi

Oleh: Rahman Prawira)* Ketahanan energi menjadi tulang punggung utama pembangunan nasional yang berkelanjutan. Di tengah dinamika global dan tantangan geopolitik yang terusberubah, pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis dengan memastikantren produksi minyak dan gas bumi (migas) berjalan tepat sasaran. Komitmen inibukan sekadar janji, melainkan sebuah kebutuhan mutlak untuk menjaga stabilitasekonomi, mendorong pertumbuhan industri, dan mewujudkan kedaulatan energinasional. Dalam beberapa tahun terakhir, target produksi migas Indonesia menjadi sorotanutama, terutama dalam konteks ambisi pemerintah mencapai swasembada energi. Optimisme terhadap pencapaian target produksi minyak satu juta barel per hari(bph) pada tahun 2030 terus dijaga. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Abadi Poernomo, menegaskan keyakinannya terhadap data terbaru dari Satuan KerjaKhusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas)....

Papua Menuju Era Ekonomi Global yang Kompetitif

Oleh :  Loa Murib Papua memasuki babak baru dalam perjalanan ekonominya. Sebagai salah satu provinsi denganpotensi sumber daya alam yang melimpah, Papua kini bergerak menuju era ekonomi global yang kompetitif. Transformasi ini tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil dari kebijakan strategispemerintah, sinergi dengan pelaku usaha, dan inovasi masyarakat Papua sendiri. Langkah inimenjadi pondasi kuat agar Papua sejajar dengan daerah lain di Indonesia, bahkan mampubersaing di pasar internasional. Landasan pembangunan ekonomi Papua bertumpu pada kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) yang telah memberikan kewenangan lebih besar kepada daerah untuk mengelola potensi lokal. Setiaptahun, dana Otsus mencapai triliunan rupiah, dialokasikan untuk sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat adat, serta pembangunan infrastruktur. Dana ini tidaksekadar menjadi angka di atas kertas, melainkan diwujudkan dalam program nyata sepertipengembangan usaha kecil, pelatihan keterampilan kerja, dan pembangunan sarana ekonomi. Dengan langkah ini, perekonomian Papua mulai tumbuh berbasis kekuatan masyarakat lokal. Pembangunan infrastruktur menjadi faktor penting dalam mendorong Papua ke panggung global. Jalan Trans Papua yang panjangnya mencapai lebih dari 4.300 kilometer kini menghubungkanwilayah-wilayah terpencil dengan pusat ekonomi. Distribusi barang dan jasa menjadi lebihlancar, sehingga disparitas harga kebutuhan pokok dapat ditekan. Bandara Nabire yang barudibangun, Pelabuhan Depapre di Jayapura, serta pasar rakyat di Wamena dan Asmat adalahcontoh nyata kehadiran negara. Semua ini menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kompetitifdan inklusif. Tidak hanya infrastruktur fisik, pemberdayaan ekonomi rakyat juga menjadi prioritas. Program pelatihan kewirausahaan, bantuan modal, dan penguatan koperasi mendukung tumbuhnya usahakecil dan menengah di Papua. Salah satu bentuk keberpihakan pemerintah adalah pembangunanpasar khusus untuk mama-mama...