Bantuan Pemerintah Hadirkan Harapan Baru bagi Masyarakat Adat di Papua
Puncak — Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia melalui penyaluran bantuan langsung yang menyentuh...
Puncak — Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia melalui penyaluran bantuan langsung yang menyentuh...
Oleh: Sylvia Mote *) Perhatian pemerintah terhadap masyarakat Papua kini kian nyata melalui berbagai program bantuan yang menyentuh langsung kehidupan...
Jakarta – Di tengah tantangan ekonomi global dan percepatan transformasi digital, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi langkah strategis...
Oleh: Sonia Putri Permata )* Memasuki satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil PresidenGibran Rakabuming Raka, pemerintah menegaskan komitmennya dalam memperbaikigizi anak bangsa melalui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG menjadi salah satu tonggak utama pemerintahan dalam mewujudkanjanji kampanye serta memperlihatkan hasil nyata dari kerja keras yang berorientasipada kesejahteraan rakyat. Dalam kurun waktu satu tahun, kebijakan tersebut telahberkembang menjadi gerakan nasional yang bukan hanya mengatasi masalah gizi, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi rakyat kecil. Presiden Prabowo menegaskan bahwa capaian yang diraih hingga saat ini merupakanbukti bahwa pemerintahan yang ia pimpin mampu mengubah janji menjadi kenyataan. Ia menyampaikan keyakinan bahwa bangsa Indonesia kini dapat melihat hasil konkretdari berbagai program yang dijalankan. Prabowo juga mengingatkan bahwa kepemimpinan sejati bukan diukur dari kekuasaan, melainkan dari kemampuan untuk menjaga integritas, moralitas, dan keberanian dalammenepati janji kepada rakyat. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang mengandalkan akal sehat, perhitungan matang, serta kejujuran dalam setiap langkah. Fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan generasi muda Indonesia tumbuhsehat, kuat, dan cerdas. Melalui Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berupayamenyediakan asupan gizi yang cukup bagi anak-anak sekolah dan ibu hamil di seluruhpenjuru negeri. Dalam berbagai kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa anak-anakmerupakan masa depan bangsa, dan tidak boleh ada satu pun yang berangkat sekolahdengan perut kosong. Pandangan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalammembangun sumber daya manusia unggul sebagai fondasi menuju Indonesia Emas2045. Sejak diluncurkan pada Januari 2025, program MBG telah memberikan manfaat bagijutaan anak di berbagai daerah. Pemerintah menargetkan hingga akhir tahuncakupannya dapat menjangkau lebih dari 80 juta penerima manfaat, menjadikannyasalah satu program sosial terbesar di dunia. Peningkatan cakupan ini juga disertaidengan langkah-langkah strategis untuk memperkuat tata kelola dan memastikankualitas pelaksanaan di lapangan. Menindaklanjuti sejumlah laporan kejadian luar biasa di beberapa daerah, PresidenPrabowo langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk memperbaiki sistem danmemperketat pengawasan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memimpin rapat koordinasi nasional untuk merumuskan langkah konkret yang berfokuspada keselamatan dan kualitas makanan. Pemerintah kemudian menutup sementara beberapa Satuan Penyedia Pangan Gizi(SPPG) yang terindikasi bermasalah, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jurumasak, serta memperkuat standar kebersihan dan sanitasi di seluruh dapur penyediamakanan....
Oleh: Hardian Pratama )* Memasuki satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bukti nyata bahwa pemerintah...
Jakarta - Memasuki satu tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran, komitmen untuk menghadirkan keadilan sosial di seluruh penjuru negeri mulai tampak nyata....
Jakarta - Memasuki satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sejumlah capaian positif mulai dirasakan...
Oleh: Firly Tsaqila )* Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran RakabumingRaka terus menunjukkan hasil nyata dalam upaya meningkatkan kesejahteraanmasyarakat. Salah satu capaian penting yang kini menjadi sorotan adalah keberhasilanpenyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun pemerintahan, tercatat lebih dari 129 ribuunit rumah subsidi telah berhasil direalisasikan, menjadi bukti komitmen kuatpemerintah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, terutama di bidang perumahan. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyampaikanbahwa percepatan pembangunan rumah subsidi merupakan prioritas utama pemerintahdi bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Menurut Presiden, pemerintah menilai hunian layak dan terjangkau bukan hanyakebutuhan dasar, tetapi juga fondasi kesejahteraan keluarga Indonesia. Karena itu, kuota rumah subsidi tahun ini ditingkatkan secara signifikan dari 220 ribu menjadi 350 ribu unit. Peningkatan tersebut mencerminkan perhatian besar pemerintah terhadapmasyarakat kecil yang selama ini kesulitan mengakses perumahan. Dari awal tahun hingga 15 September, realisasi akad dan pembangunan telahmencapai lebih dari 221 ribu unit, termasuk rumah yang sudah diserahkan, sedangdalam proses pembangunan, serta yang telah mendapat persetujuan kredit. Angka inimenggambarkan efektivitas kebijakan dan kerja nyata di lapangan. Pemerintahmemastikan bahwa setiap unit rumah benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan, bukan sekadar menjadi angka dalam laporan. Untuk mempercepat pembangunan sekaligus memperluas akses pembiayaan, pemerintah juga memperkenalkan terobosan baru melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan. Maruarar menjelaskan bahwa kebijakan senilaiRp130 triliun ini merupakan sejarah baru, karena untuk pertama kalinya KUR diarahkankhusus bagi sektor perumahan rakyat. Program ini mencakup dukungan dari sisi suplaimaupun permintaan agar industri perumahan tumbuh lebih cepat dan inklusif. Dari sisi suplai, sekitar Rp117 triliun dialokasikan untuk membantu kontraktor, pengembang, dan toko bangunan mendapatkan akses modal dengan bunga yang disubsidi hingga 5 persen. Dengan skema ini, pelaku sektor perumahan dapatmeminjam dengan bunga sekitar 6 persen saja. Kebijakan tersebut diharapkan menjagastabilitas harga rumah agar tetap terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendahsekaligus memperkuat rantai pasok industri konstruksi nasional. Sedangkan dari sisi permintaan, pemerintah juga memberikan dukungan pembiayaanbagi masyarakat yang memanfaatkan rumahnya sebagai tempat usaha, sepertihomestay, rumah makan, atau warung. Dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta dan...
Oleh: Dhita Karuniawati )* Memasuki tahun pertama masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, salah satu...
Jakarta - Setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat sektor ekonomi...