Sekolah Garuda Kuatkan Pemerataan Pendidikan Unggul
Oleh: Bara Winatha*) Program Sekolah Garuda atau SMA Unggul Garuda Baru menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pemerataan...
Oleh: Bara Winatha*) Program Sekolah Garuda atau SMA Unggul Garuda Baru menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pemerataan...
Oleh : Antonius Googie)* Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memastikan empat SMA Unggul Garuda baru akan...
Jakarta - Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memperketat standar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan 1447...
Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian mendapat dukungan luas dari kalangan ekonom dan pengamat pembangunan. Program ini dinilai...
Oleh : Ricky Rinaldi *) Pembangunan sumber daya manusia merupakan fondasi utama kemajuan bangsa. Tidak ada negara yang mampu melompat jauh...
*) Oleh : Hifi Wardani )* Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Aktivitas belajar, bekerja, dan berinteraksi sosial berjalan...
Jakarta - Memasuki bulan suci Ramadan, pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan senilai...
Jakarta – Pemerintah resmi menyalurkan bantuan sosial (bansos) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT/Sembako) tahap pertama tahun 2026 bertepatan dengan momentum...
Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pemerintah kembali menggulirkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebagai bagian dari strategi menjaga konsumsi rumah tangga di tengah potensi...
Oleh: Nona Azma Zatulini *) Bulan Ramadan selalu menghadirkan dua wajah bagi masyarakat Indonesia. Di satu sisi, iamenjadi momentum spiritual yang penuh keberkahan, di sisi lain, ia menghadirkan tantanganekonomi, terutama bagi rumah tangga prasejahtera yang harus mengelola pengeluaran lebihbesar untuk kebutuhan pangan dan persiapan Idulfitri. Dalam konteks inilah, kebijakanBantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan berbagai stimulus sosial-ekonomi pemerintahmenjadi penopang penting bagi ketahanan rumah tangga. Pemerintah melalui Kementerian Sosial di bawah kepemimpinan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengumumkan alokasi anggaran yang sangat besar, yakni mencapai Rp39,8 triliunkhusus untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) pada triwulan pertama tahun ini yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026. Anggaran tersebutbukan sekadar angka dalam dokumen fiskal, melainkan representasi nyata keberpihakannegara terhadap kelompok rentan. Langkah ini diambil sebagai bentuk stimulus ekonomi nasional sekaligus memastikanketahanan pangan masyarakat di tengah momen hari besar keagamaan. Dalam perspektifkesejahteraan sosial, kebijakan ini memiliki dua dimensi strategis. Pertama, dimensi proteksisosial guna melindungi daya beli masyarakat miskin agar tidak tergerus kenaikan permintaanmusiman. Kedua, dimensi pemulihan dan penguatan ekonomi karena setiap rupiah bansosyang dibelanjakan akan berputar di...