Gus Ipul : Sekolah Rakyat, Tempat Belajar Yang Inklusif Bagi Murid Disabilitas

0

Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 1 Deli Serdang, Sumatera Utara. Turut hadir dalam kegiatan ini, yaitu Wakil Bupati Deli Serdang Lom Lom Suwondo, Anggota Komisi VIII DPR M Husni, dan Sekjen Kemensos Robben Rico. Berbagai bakat para siswa juga ditampilkan dalam acara tersebut. Diantaranya, yakni tarian, paduan suara dan puisi, serta pidato bahasa Inggris dan Arab.

Gus Ipul mengatakan sekolah berasrama yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto ini merupakan tempat belajar yang inklusif bagi murid disabilitas tanpa membeda-bedakan dengan yang lainnya.

“Di sini gabung. Jadi satu, inklusif, tidak dibeda-bedakan, tetap diberi pembelajaran secara bersama-sama,” tegas Gus Ipul.

Salah satunya murid bernama Alifa, yang merupakan siswi penyandang disabilitas. Alifa mengidap down syndrome. Gus Ipul yakin Alifa memiliki kelebihan dan mengajak para guru dan tenaga kependidikan (tendik) untuk membimbing Alifa mengasah bakatnya.

Down syndrom itu memang susah untuk menerima pelajaran sebagaimana anak-anak yang lain. Tetapi anak ini, pasti punya keunggulan, ada kehebatannya. Ini tugasnya guru-guru untuk memperkuat keistimewaan dari anak ini,” imbuh Gus Ipul.

Di sisi lain, Gus Ipul juga mengapresiasi sikap toleransi beragama di SRMP 1 Deli Serdang. Bahwasannya, tidak boleh ada intoleransi, perundungan atau bullying, dan kekerasan fisik maupun seksual di Sekolah Rakyat.

“Yang tampil tadi itu ada yang Muslim, Katolik, Nasrani, menari bareng di atas panggung. Ini adalah pendidikan kerukunan yang dikembangkan di Sekolah Rakyat. Tidak boleh ada intoleransi, kekerasan fisik dan perundungan atau bullying,” tegasnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND), Jonna Damanik juga mengapresiasi pembelajaran di Sekolah Rakyat yang mengusung konsep Multi Entry Multi Exit. Model kurikulum ini mengajak para siswa untuk belajar sesuai bakat dan minat masing-masing, termasuk juga murid penyandang disabilitas.

“Prinsip Multi Entry Multi Exit menjadi filosofi dari Sekolah Rakyat. Artinya apa? Dia juga pasti punya potensi yang kami yakin guru, kepala sekolah, pendamping bisa menggalinya ke depan. Bahwa Sekolah Rakyat itu inklusif bagi penyandang disabilitas,” ucap Jonna. [*]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *