Hadirnya Koperasi Merah Putih Mampu Gerakkan Perekonomian Masyarakat

0

Oleh: Ferdiansyah Putra Dewa

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah program nasional yang menargetkanpembentukan puluhan ribu koperasi di seluruh Indonesia. Program ini dibangundengan tujuan agar koperasi menjadi motor pertumbuhan ekonomi masyarakat. Melalui tiga kluster utama konsumsi, produksi/distribusi, dan pembiayaan koperasidiharapkan mampu menyediakan kebutuhan pokok murah, memperpendek rantaidistribusi, serta memberi pinjaman lunak yang melindungi warga dari pinjol dan rentenir. Pemerintah juga menyiapkan infrastruktur seperti gudang, cold storage, armada distribusi, dan sistem digital koperasi.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan bahwa peluncuran KoperasiDesa/Kelurahan Merah Putih merupakan bagian dari strategi inklusif untukmemajukan ekonomi desa. Luthfi menegaskan bahwa koperasi adalah bentuk nyatagotong-royong dari, oleh, dan untuk rakyat, serta dapat mendorong pembangunandesa. Keberhasilan Karanganyar memenuhi target pembentukan koperasimenunjukkan bahwa program nasional Koperasi Merah Putih memiliki fondasi kuatdalam memperkuat kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.

Gubernur Luthfi juga menambahkan bahwa pembinaan Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah diproyeksikan selesai dalam waktu satu tahun. Menurutnya, percepatan ini lebih efisien dibanding waktu tiga tahun yang sebelumnya ditargetkanoleh pemerintah pusat. Ia optimis, dengan kesiapan 8.603 desa dan kelurahan di Jateng serta dukungan berbagai pihak, Oktober 2026 semua unit koperasi akanberfungsi penuh secara optimal dan mandiri.

Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) dan Anggota DPR RI, Bambang Haryadi, menyatakan bahwa gerakan koperasi harus ditegakkan sebagaipilar utama untuk kebangkitan ekonomi nasional. Menurut beliau, koperasi memilikipotensi besar yang sejajar dengan badan usaha lainnya, namun seringkali kurangdipahami dan disosialisasikan. Karena itu dibutuhkan restrukturisasi kelembagaan, sinergi tanpa sekat politik, serta regulasi tegas seperti RUU Perkoperasian agar kepercayaan publik terhadap koperasi kembali pulih. Heryadi menegaskan bahwareformasi ini krusial agar koperasi dapat menjadi instrumen nyata dalammemperkuat ekonomi rakyat secara inklusif.

Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, menyampaikan bahwa setiapKoperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diproyeksikan mampu meraih keuntunganminimal Rp 1 miliar dalam tahun pertama operasionalnya, berkat unit bisnis wajibseperti kios sembako bersubsidi, simpan-pinjam, klinik desa, apotek, gudang, dan logistik. Dengan target pembentukan koperasi di seluruh Indonesia, potensi total keuntungan bisa mencapai sekitar Rp 80 triliun per tahun dan membuka lapangankerja bagi 1 hingga 2 juta orang. Budi Arie menekankan bahwa agar hasil optimal, kualitas sumber daya manusia pengelola koperasi harus dikembangkan melaluipelatihan, pendampingan, dan sertifikasi kewirausahaan.

Budi Arie juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, dan masyarakatdalam pengelolaan Koperasi Merah Putih. Ia berharap koperasi ini bisa menjadipusat kegiatan ekonomi yang tidak hanya menyediakan barang dan jasa, tetapi juga menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Selain itu, ia mengingatkan bahwa koperasi harus dikelola berdasarkan prinsiptransparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif dari seluruh anggota.

Dengan pembentukan Kopdes Merah Putih, desa menjadi pusat produksi, distribusi, dan konsumsi yang mandiri. Unit usaha koperasi seperti toko sembako, simpan-pinjam berbunga rendah, layanan pupuk/LPG, dan cold storage memudahkan akseskebutuhan pokok tanpa ketergantungan pada jalur komersial tradisional. Hal inimembantu memotong rantai pasokan panjang dan meningkatkan daya belimasyarakat.

Koperasi menyediakan akses modal usaha, pelatihan, dan peluang pemasaranlokal. Dengan model simpan-pinjam bunga rendah dan unit bisnis berbasis potensidesa, pendapatan warga diharapkan meningkat. Program ini juga membukalapangan kerja baru, dari pengurus koperasi hingga tenaga operasional unit usahadesa, serta  mampu menjangkau masyarakat paling dasar secara inklusif dan adil. Melalui pendekatan gotong-royong dan transparansi, koperasi menjadi alat distribusiekonomi rakyat yang merata, tak hanya di perkotaan tetapi ke pelosok desa pula.

Peresmian Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah monumental yang menandai era baru dalam pembangunan nasional berbasis desa. Ia bukan sekadarinfrastruktur hukum atau ekonomi, melainkan simbol kedaulatan rakyat dalammengelola sumber dayanya sendiri. Dengan dukungan penuh dari sektor hukum, keuangan, dan kebijakan publik, koperasi desa memiliki peluang besar untukmenjadi tulang punggung ekonomi nasional yang tangguh dan mandiri.

Koperasi Merah Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi desa, menyediakanakses modal usaha yang adil, memperkuat distribusi lokal, membuka lapangankerja, serta mengokohkan kemandirian desa. Apabila tata kelola dijaga dengan baikdan sinergi lintas sektor terus dioptimalkan, koperasi ini akan bertransformasimenjadi simbol kebangkitan ekonomi dari akar rumput dan memperkuat ketahananekonomi nasional.

Langkah strategis ini patut diapresiasi sebagai upaya pemerintah untuk memperkuatekonomi rakyat dari bawah. Saat koperasi tumbuh sehat dan produktif, maka desaakan sejahtera, dan ketika desa kuat, maka negara akan berdiri kokoh di tengahgempuran tantangan global. Keberhasilan program ini juga menjadi cerminkomitmen negara dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

)* Penulis merupakan Pemerhati Ekonomi Kerakyatan dan Aktivis Inklusi KeuanganDesa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *