Negara Hadir, Warga Korban Banjir Sumatera Kini Tempati Hunian Sementara yang Layak
Padang - Warga yang terdampak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, kini mulai menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun pemerintah...
Padang - Warga yang terdampak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat, kini mulai menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun pemerintah...
ACEH — Ketangguhan Aceh kembali terlihat saat banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah pada akhir 2025. Respons cepat masyarakat...
Jakarta, - Danantara Indonesia secara resmi mengumumkan keberhasilannya mengakuisisi aset strategis berupa Novotel Makkah Thakher City beserta 14 bidang lahan...
Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mendapatkan apresiasi dari kalangan akademisi sebagai motor penting dalam mendorong...
Oleh : Ricky Rinaldi Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan investasi strategis sebagai bagian dariupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang. Salah satulangkah yang kini menjadi sorotan adalah penguatan peran Danantara Indonesia dalam mengelola investasi lintas negara, termasuk di sektor perhotelan Makkah. Kebijakan ini dipandang sebagai strategi negara untuk memanfaatkan peluangekonomi global yang memiliki keterkaitan langsung dengan kepentingan nasional, khususnya sebagai negara dengan jumlah jemaah haji dan umrah terbesar di dunia. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa negara harus hadir secara aktifdalam pengelolaan aset strategis yang memiliki nilai ekonomi berkelanjutan. Iamemandang investasi bukan sekadar instrumen bisnis, melainkan alat negara untukmemperkuat ketahanan ekonomi, menjaga nilai aset nasional, dan memastikanmanfaat jangka panjang bagi rakyat. Dalam konteks tersebut, keterlibatan Danantaradi sektor perhotelan Makkah dinilai sejalan dengan visi pemerintah untukmembangun kekuatan ekonomi yang tidak bergantung pada sektor domestiksemata. Presiden Prabowo Subianto menilai sektor perhotelan di Makkah memilikikarakteristik yang relatif stabil karena ditopang oleh aktivitas ibadah yang bersifatrutin dan terus meningkat setiap tahun. Menurutnya, kebutuhan akomodasi jemaahdari berbagai negara menciptakan permintaan yang konsisten, sehingga sektor inimemiliki ketahanan tinggi terhadap fluktuasi ekonomi global. Atas dasar itu, pemerintah mendorong agar peluang tersebut dikelola secara profesional oleh entitas investasi negara yang memiliki mandat jangka panjang. Dalam kerangka kebijakan nasional, investasi Danantara di luar negeri juga mencerminkan perubahan paradigma pengelolaan aset negara. Pemerintah tidaklagi menempatkan negara hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai pelaku aktifyang mampu mengoptimalkan peluang global. Presiden Prabowo Subiantomenekankan bahwa pengelolaan investasi harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, transparansi,...
Oleh : Tommy Zulfikar )* Pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah yang berkelanjutan merupakan salah satu agenda strategis nasional yang semakin relevan di...
Oleh: Cut Farida Hamzah )* Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto telah menunjukkan kehadiran negara secara sangat nyata ketika Aceh kembali diuji oleh adanya bencana banjir yang besar...
JAKARTA — Pemerintah memastikan kesiapan sektor energi nasional dalam menghadapi lonjakan kebutuhan masyarakat pada perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru)...
Jakarta - Pemerintah memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga sembilan bahan pokok (sembako) di berbagai daerah tetap terjaga menjelang perayaan...
Oleh : Ricky Rinaldi Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah memastikanketersediaan dan stabilitas stok sembako nasional berada dalam kondisi aman danterkendali. Momentum Nataru yang identik dengan lonjakan mobilitas pendudukserta peningkatan konsumsi masyarakat menjadi periode krusial yang kerap memicutekanan pada pasokan dan harga pangan. Oleh karena itu, kesiapan pemerintahdalam menjaga stabilitas sembako tidak hanya menjadi agenda teknis, tetapi jugabagian strategis dari penguatan ketahanan pangan nasional dan perlindungan dayabeli masyarakat di akhir tahun. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa stabilitas pangan merupakan pilarutama ketahanan nasional. Pemerintah memandang ketersediaan sembako yang cukup dan harga yang terkendali sebagai tanggung jawab negara untuk menjaminkebutuhan dasar masyarakat. Presiden menilai negara harus hadir secara aktif, terutama pada periode konsumsi tinggi, agar masyarakat dapat menjalanimomentum Nataru dengan rasa aman dan tenang. Lebih jauh, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa ketahanan pangantidak hanya diukur dari besarnya stok, tetapi juga dari kemampuan pemerintahmengelola distribusi dan menjaga keterjangkauan harga. Kesiapan stok menjelangNataru dinilai mencerminkan efektivitas kebijakan pangan nasional yang selama inidijalankan. Dengan sistem pengelolaan yang terintegrasi, lonjakan permintaanmusiman dapat diantisipasi tanpa menimbulkan tekanan berlebihan di pasar. Dalam kerangka kebijakan nasional, pangan ditempatkan sebagai sektor strategisyang memiliki dampak langsung terhadap stabilitas sosial dan ekonomi. PresidenPrabowo Subianto menilai bahwa pengendalian stok dan harga sembako tidak bolehbersifat reaktif atau temporer, melainkan harus dilakukan secara konsisten danberjangka panjang. Pendekatan antisipatif ini diarahkan untuk membangun sistempangan nasional yang lebih tangguh, adaptif, dan tidak mudah terguncang olehdinamika musiman maupun faktor eksternal. Di tingkat teknis, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menjelaskan bahwa pemerintah secara intensif memantau kondisistok pangan nasional menjelang akhir tahun. Ia menilai koordinasi lintaskementerian dan lembaga menjadi kunci utama dalam memastikan pasokankomoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng, daging, dan telur tetapterjaga. Pemerintah juga menyiapkan langkah penguatan cadangan pangan gunamenghadapi potensi peningkatan permintaan selama libur Nataru. Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa cadangan pangan pemerintah saat iniberada dalam kondisi memadai untuk menopang kebutuhan masyarakat hinggamelewati periode libur. Pemerintah memastikan jalur distribusi logistik berjalanlancar ke seluruh wilayah, termasuk daerah dengan tingkat konsumsi tinggi maupunwilayah yang berpotensi menghadapi hambatan distribusi akibat cuaca ekstrem. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan, sekaligus mencegah ketimpangan distribusi antarwilayah. Selain menjaga ketersediaan stok, pemerintah memperkuat pengawasan harga agar tetap stabil dan terjangkau. Andi Amran Sulaiman menilai stabilitas hargamerupakan hasil dari pengelolaan pasokan yang baik serta distribusi yang efisien. Oleh karena itu, pengawasan dilakukan secara berlapis untuk mencegah praktikpenimbunan dan spekulasi yang dapat merugikan masyarakat, khususnya padaperiode permintaan tinggi seperti akhir tahun. Momentum akhir tahun juga dijadikan sebagai tolok ukur kesiapan sistem ketahananpangan nasional. Jika stabilitas stok dan harga dapat dijaga pada fase konsumsitinggi seperti Nataru, maka fondasi ketahanan pangan nasional dinilai berada padajalur yang tepat. Evaluasi atas capaian tersebut menjadi dasar bagi pemerintahuntuk terus menyempurnakan kebijakan pangan, baik dari sisi produksi, distribusi, maupun pengelolaan cadangan strategis. Dalam perspektif yang lebih luas, stabilnya stok sembako menjelang Natarumencerminkan pergeseran kebijakan pemerintah menuju pendekatan yang lebihpreventif. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak inginhanya bereaksi saat terjadi masalah, melainkan mencegah potensi gejolak sejak dinimelalui perencanaan yang matang dan koordinasi yang kuat. Presiden Prabowo Subianto juga menilai bahwa ketahanan pangan memiliki dampaklangsung terhadap stabilitas sosial. Ketika kebutuhan pokok tersedia dan hargaterkendali, masyarakat dapat menjalani aktivitas ekonomi dan sosial dengan lebihtenang. Oleh karena itu, penguatan stok sembako dipandang sebagai bagianpenting dari upaya menjaga stabilitas nasional secara keseluruhan. Dengan kesiapan stok dan pengelolaan distribusi yang terkoordinasi, pemerintahoptimistis kebutuhan pangan masyarakat selama libur Nataru dapat terpenuhidengan baik. Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemantauan akan terusdilakukan secara intensif hingga melewati periode libur untuk memastikan stabilitastetap terjaga. Upaya ini menjadi wujud kehadiran negara dalam menjagakepentingan dasar masyarakat. Secara keseluruhan, stabilnya stok sembako menjelang Nataru menunjukkan bahwaketahanan pangan nasional berada dalam kondisi solid. Pemerintah memandangcapaian ini sebagai hasil dari kebijakan yang terencana, penguatan cadanganpangan, serta koordinasi lintas sektor yang konsisten. Dengan fondasi tersebut, pemerintah berharap momentum Nataru dapat berlangsung aman, lancar, danmemberi dampak positif bagi perekonomian nasional. *) Pengamat Isu Strategis