Pastor Amandus Rahadat Kutuk Tindakan OPM Sandera Warga dan Bunuh Ibu di Jila

0

TIMIKA — Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika, RD Amandus Rahadat, mengutuk tindakan kekerasan terhadap warga sipil yang terjadi di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Ia menilai penyanderaan, intimidasi, hingga dugaan pembunuhan terhadap masyarakat tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan mengenai penyanderaan 11 warga sipil oleh kelompok yang disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, pada Selasa (18/8/2026).

Amandus mengatakan masyarakat sipil seharusnya tidak menjadi sasaran dalam konflik bersenjata. Menurut dia, kekerasan hanya memperpanjang penderitaan masyarakat Papua yang selama ini menginginkan kehidupan aman dan damai.

“Saya mengutuk segala tindakan pembunuhan dan intimidasi kepada warga sipil. Banyak kasus kekerasan, pembunuhan, penghilangan terhadap orang-orang Papua, tidak diadili secara transparan,” kata Amandus.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 13.40 WIT, sejumlah warga mendatangi Koramil Jila untuk melaporkan adanya anggota keluarga mereka yang hilang. Laporan tersebut kemudian dikaitkan dengan dugaan penyanderaan terhadap 11 perempuan oleh kelompok bersenjata.

Dalam peristiwa tersebut, seorang perempuan dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian perut. Identitas korban masih dalam penyelidikan. Jenazah korban telah dievakuasi masyarakat untuk menjalani prosesi adat pembakaran atau kremasi.

Sementara itu, seorang perempuan lainnya dilaporkan mengalami patah kaki setelah diduga dilempar dari atas jurang. Korban berhasil dievakuasi masyarakat dan selanjutnya dibawa menuju Kampung Pilikogom, Distrik Jila, untuk mendapatkan penanganan.

“Berdasarkan keterangan warga sekitar, ada satu mama meninggal kena tembak dan satu mama patah kaki dilempar ke jurang. Baru kasih lawan karena mamak punya anak disandera,” ujar seorang warga.

Dugaan penyanderaan itu disebut terjadi setelah penyerangan terhadap Pos Jila Satgas Pam Obvitnas Yonif 133/JS. Dua perempuan yang disebut menjadi korban penyanderaan dikabarkan berupaya membela anak gadis mereka yang tidak rela disandera.

Sebelumnya, pada Senin (17/8/2026), Pratu Rizki Kurniawan gugur setelah mengalami luka tembak di bagian kepala dalam serangan kelompok TPNPB-OPM di Jila. Dua prajurit lainnya, Pratu Y Pasaribu dan Pratu Kiki Febrio, dilaporkan mengalami luka.

Amandus berharap seluruh pihak menghentikan kekerasan dan mengutamakan keselamatan warga sipil. Ia juga mendorong setiap dugaan pelanggaran hukum diproses secara transparan agar masyarakat memperoleh keadilan dan rasa aman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *