Pemerintah Kerahkan Seluruh Sumber Daya, Penanganan Karhutla Dipercepat
JAKARTA — Pemerintah mengoptimalkan pengerahan personel gabungan, operasi pemadaman darat dan udara, serta koordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Presiden Prabowo Subianto menegaskan seluruh sumber daya harus dimanfaatkan secara maksimal agar kebakaran segera terkendali dan tidak meluas.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas yang membahas perkembangan penanganan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta. Pemerintah memusatkan perhatian pada wilayah yang masih membutuhkan penanganan intensif.
“Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,” kata Teddy.
Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi terdampak masih dalam proses pemadaman. Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan menjadi fokus utama, sedangkan kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik.
Teddy menyebut operasi darat melibatkan lebih dari 60 ribu personel gabungan dengan tingkat keberhasilan pemadaman harian di atas 80 persen terhadap luas lahan yang baru terbakar. Upaya tersebut dilengkapi operasi udara melalui teknik pengeboman air atau water bombing di sejumlah wilayah.
“Operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan, dengan tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata di atas 80% dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya. Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,” ujarnya.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman menegaskan Presiden menginginkan penanganan berlangsung secepat mungkin. Namun, kondisi asap yang tebal membuat sebagian titik kebakaran sulit dijangkau dari udara sehingga operasi darat menjadi tumpuan penting.
“Ya, Presiden targetnya adalah secepat mungkin. Ya, beliau sangat konsentrasi betul masalah karhutla ini,” kata Dudung seusai rapat di Istana Kepresidenan.
Selain pemadaman, pemerintah mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca serta memperkuat pencegahan berbasis daerah. Masyarakat Peduli Api akan dikoordinasikan bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, Karang Taruna, dan pemerintah daerah untuk mendeteksi potensi kebakaran sebelum api membesar.
Pemerintah berharap keterpaduan operasi lapangan, dukungan teknologi, dan partisipasi masyarakat mempercepat pengendalian karhutla. Langkah ini sekaligus ditujukan untuk melindungi warga, menjaga ekosistem hutan, serta mengurangi dampak asap terhadap kesehatan dan aktivitas ekonomi. (*)