Internal OPM Retak, Ganja Jadi Sumber Polemik: Jeffrey Bomanak Sentil Keras Sebby Sambom

0

JAYAPURA — Polemik pemanfaatan budidaya ganja di Pegunungan Bintang untuk kepentingan pendanaan kelompok bersenjata kembali membuka persoalan serius di tengah kubu Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kali ini, perbedaan suara muncul secara terbuka. Ketua OPM Jeffrey P. Bomanak melontarkan kritik keras terhadap sikap yang dinilainya memberikan ruang pembenaran terhadap budidaya ganja atas nama perjuangan Papua.

Bagi Jeffrey, persoalan tersebut bukan perkara sepele. Jika narkotika mulai ditempatkan sebagai bagian dari strategi perjuangan, menurut dia, maka arah perjuangan tersebut patut dipertanyakan secara terbuka.

“Ketika perjuangan Papua justru dibarengi pembenaran terhadap budidaya ganja, publik berhak bertanya: perjuangan macam apa yang sedang dibangun?” kata Jeffrey dalam pernyataannya.

Ia menilai pernyataan Sebby Sambom yang disebut membebaskan atau membenarkan budidaya ganja menunjukkan adanya anomali serius. Jeffrey menegaskan narkotika tidak dapat dijadikan instrumen politik ataupun pembenaran untuk mendukung aksi kekerasan.

“Pernyataan Sebby Sambom yang membebaskan atau membenarkan budidaya ganja merupakan sebuah anomali serius. Ganja dan narkotika bukan instrumen perjuangan,” ujarnya.

Jeffrey bahkan mengingatkan bahwa konsekuensi paling berbahaya dari toleransi terhadap narkotika bukan semata persoalan politik, tetapi ancaman terhadap generasi muda Papua. Menurut dia, menjadikan narkotika sebagai sumber pembiayaan kelompok hanya akan memperlebar persoalan sosial di tengah masyarakat.

“Ketika narkoba mulai dianggap sebagai sesuatu yang dapat ditoleransi demi kepentingan kelompok, yang menjadi korban pertama bukan lawan politik, melainkan anak-anak muda Papua sendiri,” katanya.

Sorotan Jeffrey tidak berhenti pada persoalan ganja. Ia mempertanyakan arah politik kelompok yang berada di sekitar Sebby Sambom. Sikap yang permisif terhadap narkotika, menurut dia, justru berpotensi menghancurkan legitimasi moral perjuangan yang mereka klaim.

“Saya juga mempertanyakan arah politik kelompok yang berada di sekitar Sebby Sambom. Ada kekhawatiran bahwa sikap-sikap semacam itu justru menghasilkan dampak yang bertolak belakang dengan tujuan perjuangan Papua,” ucapnya.

Jeffrey juga mengaku mencurigai kemungkinan adanya agenda tersembunyi yang secara tidak langsung dapat melemahkan perjuangan Papua. Namun, ia tidak merinci pihak ataupun agenda yang dimaksud.

Di tengah polemik tersebut, Jeffrey menegaskan sikapnya menolak kekerasan terhadap masyarakat sipil serta seluruh bentuk budidaya dan perdagangan narkotika yang dilakukan dengan mengatasnamakan perjuangan Papua.

“Karena itu, saya menolak keras penggunaan kekerasan terhadap masyarakat sipil dan segala bentuk budidaya maupun perdagangan narkotika yang dilakukan dengan mengatasnamakan perjuangan Papua,” tegas Jeffrey.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *