Pemerintah Luncurkan BLT Kesra Dorong Pemerataan Kesejahteraan Nasional
Jakarta - Pemerintah resmi meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebagai langkah konkret untuk mendorong pemerataan kesejahteraan...
Jakarta - Pemerintah resmi meluncurkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebagai langkah konkret untuk mendorong pemerataan kesejahteraan...
JAKARTA - Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesejahteraan rakyat dan memperkuat daya beli masyarakat melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai...
Oleh : Aurelia Fathia )* Pemerintah kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui peluncuran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat...
Oleh: Bara Winatha*) Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat melalui langkah konkret dalam menjaga stabilitas sosial...
JAKARTA — Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat fondasi fiskal nasional melalui peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara),...
JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kian menegaskan perannya sebagai motor baru dalam memperkuat fiskal nasional dan...
Oleh: Agus Soepomo Peluncuran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menandai babak baru dalam sejarah pengelolaan kekayaan negara. Pemerintah...
Oleh: Bagus Pratama Pemerintah Indonesia menegaskan arah baru kebijakan fiskal nasional dengan meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara)....
Oleh : Aditya Anggara )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini telah menjangkau 39 juta penerima menjadi salah satu tonggak penting...
Oleh: Ratna Soemirat Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kini menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas kesehatanmasyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya sekadar menyediakan makanan bagi anak-anak sekolah dan kelompokrentan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam upaya membangun generasi yang sehat danberdaya saing. Dalam satu tahun perjalanannya, inisiatif ini terbukti memberikan dampaksignifikan terhadap peningkatan gizi masyarakat, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatanekonomi lokal di berbagai wilayah Indonesia. Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat hingga 20 Oktober 2025, program ini telah menjangkau36.773.520 penerima manfaat yang terdiri dari anak-anak usia PAUD, siswa SD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Angka ini menunjukkan skala besar dari komitmenpemerintah untuk menghadirkan pemerataan akses gizi di seluruh penjuru negeri. Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerjasama lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menilai bahwa capaian ini menjadibukti nyata bahwa pemenuhan gizi bukan lagi sekadar tanggung jawab satu instansi, melainkankerja bersama yang melibatkan banyak pihak dalam rangka membangun fondasi kesehatannasional yang kuat. Hingga kini, lebih dari 12.500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di berbagai daerah. SPPG menjadi elemen penting dalam pelaksanaan program ini karena berfungsisebagai dapur komunitas yang mengolah dan mendistribusikan makanan bergizi sesuai standarkeamanan pangan. Dadan menegaskan bahwa keberadaan ribuan SPPG aktif tersebut mencerminkan keseriusanpemerintah dalam memastikan bahwa setiap wilayah, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), mendapatkan pelayanan gizi yang setara. Ia menambahkan bahwa prinsip dasar dariprogram ini adalah tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam hal pemenuhankebutuhan gizi, karena kesehatan masyarakat menjadi modal utama bagi kemajuan bangsa. Sejak dimulai pada 6 Januari 2025, Program Makan Bergizi Gratis telah menumbuhkan dampakberlapis di berbagai sektor. Selain membawa perubahan positif terhadap kebiasaan makan anak-anak sekolah, program ini juga membuka peluang kerja baru di tingkat lokal. Ribuan tenagakerja kini terlibat langsung di dapur-dapur komunitas, mulai dari juru masak, petugas distribusi, tenaga administrasi, hingga tenaga kebersihan. Dadan menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi pelaksanaan program menjadi bukti bahwa MBG tidak hanya soal gizi, tetapi juga bagian dari strategi pembangunanekonomi inklusif yang melibatkan masyarakat secara langsung. Selain menyerap tenaga kerja, program ini juga menciptakan ekosistem kewirausahaan baru. Banyak pelaku UMKM dan usaha lokal kini menjadi bagian dari rantai pasok MBG, menyediakan bahan pangan, bumbu masakan, hingga kemasan. Hal ini melahirkan geliatekonomi baru di berbagai daerah, karena pelaku usaha yang sebelumnya tidak terlibat di sektorpangan kini ikut berkontribusi dalam mendukung program nasional. Industri turunan seperti produsen alat makan, peralatan dapur, serta rapid...