Warga Yahukimo Kutuk OPM Eksekusi Masyarakat Sipil: “Ini Bukan Perang, Ini Pembunuhan!”

0

YAHUKIMO — Warga Yahukimo, Papua Pegunungan, melayangkan surat terbuka kepada Markas Besar Organisasi Papua Merdeka (OPM) terkait dugaan eksekusi terhadap tiga warga sipil di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. Warga menegaskan para korban bukan anggota aktif Bantuan Polisi (Banpol) maupun intelijen militer sebagaimana tuduhan kelompok bersenjata.

Dalam surat terbuka tersebut, warga Yahukimo mengecam keras tindakan kekerasan yang disebut dilakukan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM pimpinan Kopitua Heluka. Mereka menilai eksekusi terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

“Orang yang dieksekusi tersebut dalam posisi wajib lapor, bukan karena dia anggota Banpol. Eksekusi dilakukan tanpa proses interogasi, tanpa pendataan, tanpa pengadilan militer TPNPB. Ini bukan perang. Ini pembunuhan,” tulis warga dalam surat terbuka tersebut.

Warga juga mengingatkan bahwa tindakan kekerasan terhadap masyarakat Papua justru memperpanjang penderitaan dan merusak harapan masyarakat untuk hidup aman serta membangun masa depan. Mereka menilai setiap persoalan seharusnya diselesaikan melalui proses hukum dan mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan dengan eksekusi sepihak.

“Kami percaya hukum karma. Tangan yang membunuh rakyatnya sendiri, suatu hari akan ditolak oleh tanah Papua sendiri. Kami juga percaya hukum revolusi: Musuh sekalipun, kalau sudah angkat tangan dan lepas senjata, maka wajib dilepaskan,” lanjut pernyataan tersebut.

Kapen Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna mengatakan, tiga korban merupakan Orang Asli Papua (OAP). Mereka terdiri atas pasangan suami istri dan seorang perempuan asal Unaukam. Para korban disebut dituduh sebagai intelijen militer, namun tuduhan tersebut dibantah.

“Kelompok tersebut menuduh korban adalah intelijen, itu tidak benar. Korban murni warga sipil dan tidak memiliki keterlibatan maupun kerja sama dengan TNI,” ujar Wirya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, pengejaran dan penegakan hukum terhadap pelaku dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mencegah terulangnya aksi kekerasan serupa. Koops TNI Habema, kata Wirya, turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menjamin keselamatan warga.

“Kami saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku,” katanya.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto membenarkan peristiwa tersebut dan mengecam dugaan kekerasan terhadap warga sipil.

“Kodam XVII/Cenderawasih mengutuk keras kekejaman OPM terhadap warga sipil tak bersenjata. Warga sipil seharusnya dilindungi dan tidak menjadi sasaran tindakan kekerasan dalam kondisi apa pun,” tegasnya.

Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta meminta dukungan masyarakat agar proses evakuasi aparat gabungan berjalan lancar. Pemerintah dan aparat keamanan terus berupaya memastikan keselamatan warga serta penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan di Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *